Apakah Anda sudah mempersiapkan bisnis anda untuk tahun 2010? Dapatkan peluang ini secepatnya. Rangkaian produk-produk Melilea sudah terbukti berhasil mentransformasi ribuan orang menjadi lebih sehat, cantik dan awet muda. Selain itu juga telah menghasilkan ribuan orang sukses dalam bisnis ini.
Melilea adalah satu-satunya perusahaan yang bercita-cita membudayakan gaya hidup organik di tengah industri bisnis pemasaran jaringan di rantau Ini. Penghargaan Super Brand Tahun 2006 sudah membuktikan tanda-tanda akan terbentuknya Brand Image Organik yang sangat kuat.
Mari kita pandang ke depan. Pada masa 5 sampai 10 tahun mendatang, jika setiap orang membicarakan Organik mereka pasti akan membicarakan Melilea. Tentu ini merupakan peluang bisnis paling hebat dan potensi pasar baru yang sangat besar. Makanan organik akan semakin membudaya di kalangan masyarakat yang menyadari pentingnya makanan sehat bebas dari pencemaran.
Setiap zaman akan terjadi suatu perubahaan trend bisnis yang dapat mengubah hidup banyak orang, di mulai dengan Revolusi Industri Microwave tahun 1970an, Komputer pada tahun 1980an, Franchise dan Internet di tahun 1990an. Pada awal perubahaan di mulai, di butuhkan jangka waktu yang cukup lama untuk menjadi suatu trend bisnis di abad tersebut, namun jika trend bisnis tersebut telah terjadi, maka siapa saja yang menangkap peluang tersebut dari awal akan meraih kesuksesan yang luar biasa.Sekarang revolusi makanan organik sudah di ambang pintu. Orang yang mengambil kesempatan di tahun 1980an menjadi jutawan. Orang yang mengambil kesempatan di tahun 1990an menjadi miliarder. Jadi, menurut anda apa yang akan menjadi trend bisnis dalam beberapa tahun mendatang? Dan siapkah anda menjadi milyuner baru?
Tahun ini penjualan produk organik tercatat sebesar $40 milliar, dan menurut pencatatan laporan tinjauan pasar organik, penjualan organik selalu naik lebih dari 20% setiap tahunnya. Penjualan makanan dan minuman organik bertumbuh 81% dari tahun 2001 sampai tahun 2004. Ini lebih cepat dari makanan dan minuman kategori lainya. Makanan organik akan melanjutkan sukses sebagai salah satu segment menggairahkan dalam sejarah industri makanan di dunia
Ingat makanan organik pasti akan menjadi trend. Mengapa? Manusia akan khawatir dengan residu peptisida, flu burung, sapi gila, racun mercuri dan hal-hal lain yang membahayakan kesehatan telah menciptakan peningkatan jumlah di mana orang mau membayar untuk makanan organik, daripada makanan biasa. Mereka percaya dan yakin bahwa makanan yang mereka konsumsi lebih sehat dan aman. Riset yang telah dilakukan oleh Melilea Risearch Institute (MRI) dan Henry Organic ditemukan bahwa 1 dari 4 rumah tangga sekarang telah mengonsumsi produk organik yang lebih mengutamakan kesehatan keluarga dan anak-anak mereka. Kita semua menyadari pentingnya makanan organik. Sepuluh tahun mendatang diperkirakan konsumsi produk organik akan meledak antara $40 milliar s.d $1 trilliun pertahun dan ini hanyalah angka yang konservatif.
Dari segi kesehatan, kita sudah menyadari berasal dari mana makanan yang kita konsumsi setiap hari. Makanan dan minuman dewasa ini lebih banyak yang diberi formalin, diberi perasa dan pewarna buatan, tanaman yang disemprot pupuk kimia atau peptisida, hewan ternak yang disuntik hormon, beras yang diberi pemutih dan sebagainya. Itu semua tidak terjadi pada makanan organik Melila.
Ingat!!! Produk Organik Melilea bukan makanan tambahan!!! Produk organik melilea dapat digunakan sebagai pengganti makanan utama. Makanan tambahan atau suplement tidak bisa digunakan sebagai pengganti makanan utama. Kini semakin banyak orang yang menyadari akan bahaya-bahaya dari pencemaran makanan. Makanan organik Melilea akan menjadi alternatif terbaik sebagai pengganti makanan yang lebih berkualitas.
Kamis, 24 Desember 2009
perilaku konsumen
Perilaku Konsumen adalah perilaku yang konsumen tunjukkan dalam mencari, menukar, menggunakan, menilai, mengatur barang atau jasa yang mereka anggap akan memuaskan kebutuhan mereka.
Definisi lainnya adalah bagaimana konsumen mau mengeluarkan sumber dayanya yang terbatas seperti uang, waktu, tenaga untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan.Analisis tentang berbagai faktor yang berdampak pada perilaku konsumen menjadi dasar dalam pengembangan strategi pemasaran. Ya, pemasar wajib memahami konsumen, seperti apa yang dibutuhkan, apa seleranya, dan bagaimana konsumen mengambil keputusan.
Alasan mempelajari perilaku konsumen antara lain :
1. Analisis ini akan membantu para manajer untuk :
a. Mendesain bauran pemasaranb. Mensegmen pasar bisnisc. Memposisikan dan mendiferensiasikan produkd. Melaksanakan analisis lingkungane. Mengembangkan studi riset pasar
2. Perilaku konsumen harus memainkan peranan yang penting dalam pengembangan kebijakan publik
3. Studi terhadap hal ini akan memungkinkan seseorang menjadi konsumen yang lebih efektif
4. Analisis konsumen memberikan pengetahuan menyeluruh tentang perilaku manusia
5. Studi perilaku konsumen juga memberikan tiga jenis informasi :
a. Orientasi Konsumenb. Fakta-fakta tentang perilaku manusiac. Teori-teori yang menjadi pedoman proses pemikiran
Terkait dengan perilaku konsumen, maka terkait pula dengan prinsip 5W+1H :
Why : Mengapa mendapatkan barang/jasa tersebut ?
What : Berupa apa barang/jasa tersebut ?
Who : Siapa yang mendapatkan barang/jasa itu ?
When : Kapan bisa didapatkan barang/jasa tersebut ?
Where : Dimana barang/jasa tersebut bisa didapatkan ?
How : Bagaimana barang/jasa tersebut didapatkan ?
Berikut contoh perumpamaannya : Roy, mahasiswa universitas swasta terkenal di Jakarta (Who) ingin membeli (How) Nokia E90 (What). Ia ingin membelinya karena HP teman-teman Roy canggih semua (Why).
Ia berencana membelinya akhir minggu ini setelah mendapatkan uang saku dari orang tua (When) di pusat perdagangan HP di dekat kampusnya (Where). Nah, mempelajari 5W+1 H ini merupakan inti dari Perilaku Konsumen.
Menurut James F. Engel - Roger D. Blackwell - Paul W. Miniard dalam Saladin terdapat tiga faktor yang mempengaruhinya, yaitu :
Pengaruh lingkungan, terdiri dari budaya, kelas sosial, keluarga dan situasi. Sebagai dasar utama perilaku konsumen adalah memahami pengaruh lingkungan yang membentuk atau menghambat individu dalam mengambil keputusan berkonsumsi mereka. Konsumen hidup dalam lingkungan yang kompleks, dimana perilaku keputusan mereka dipengaruhi oleh keempat faktor tersebut diatas.
Perbedaan dan pengaruh individu, terdiri dari motivasi dan keterlibatan, pengetahuan, sikap, kepribadian, gaya hidup, dan demografi. Perbedaan individu merupkan faktor internal (interpersonal) yang menggerakkan serta mempengaruhi perilaku. Kelima faktor tersebut akan memperluas pengaruh perilaku konsumen dalam proses keputusannya.
Proses psikologis, terdiri dari pengolahan informasi, pembelajaran, perubahan sikap dan perilaku. Ketiga faktor tersebut menambah minat utama dari penelitian konsumen sebagai faktor yang turut mempengaruhi perilaku konsumen dalam penambilan keputusan pembelian.
Definisi lainnya adalah bagaimana konsumen mau mengeluarkan sumber dayanya yang terbatas seperti uang, waktu, tenaga untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan.Analisis tentang berbagai faktor yang berdampak pada perilaku konsumen menjadi dasar dalam pengembangan strategi pemasaran. Ya, pemasar wajib memahami konsumen, seperti apa yang dibutuhkan, apa seleranya, dan bagaimana konsumen mengambil keputusan.
Alasan mempelajari perilaku konsumen antara lain :
1. Analisis ini akan membantu para manajer untuk :
a. Mendesain bauran pemasaranb. Mensegmen pasar bisnisc. Memposisikan dan mendiferensiasikan produkd. Melaksanakan analisis lingkungane. Mengembangkan studi riset pasar
2. Perilaku konsumen harus memainkan peranan yang penting dalam pengembangan kebijakan publik
3. Studi terhadap hal ini akan memungkinkan seseorang menjadi konsumen yang lebih efektif
4. Analisis konsumen memberikan pengetahuan menyeluruh tentang perilaku manusia
5. Studi perilaku konsumen juga memberikan tiga jenis informasi :
a. Orientasi Konsumenb. Fakta-fakta tentang perilaku manusiac. Teori-teori yang menjadi pedoman proses pemikiran
Terkait dengan perilaku konsumen, maka terkait pula dengan prinsip 5W+1H :
Why : Mengapa mendapatkan barang/jasa tersebut ?
What : Berupa apa barang/jasa tersebut ?
Who : Siapa yang mendapatkan barang/jasa itu ?
When : Kapan bisa didapatkan barang/jasa tersebut ?
Where : Dimana barang/jasa tersebut bisa didapatkan ?
How : Bagaimana barang/jasa tersebut didapatkan ?
Berikut contoh perumpamaannya : Roy, mahasiswa universitas swasta terkenal di Jakarta (Who) ingin membeli (How) Nokia E90 (What). Ia ingin membelinya karena HP teman-teman Roy canggih semua (Why).
Ia berencana membelinya akhir minggu ini setelah mendapatkan uang saku dari orang tua (When) di pusat perdagangan HP di dekat kampusnya (Where). Nah, mempelajari 5W+1 H ini merupakan inti dari Perilaku Konsumen.
Menurut James F. Engel - Roger D. Blackwell - Paul W. Miniard dalam Saladin terdapat tiga faktor yang mempengaruhinya, yaitu :
Pengaruh lingkungan, terdiri dari budaya, kelas sosial, keluarga dan situasi. Sebagai dasar utama perilaku konsumen adalah memahami pengaruh lingkungan yang membentuk atau menghambat individu dalam mengambil keputusan berkonsumsi mereka. Konsumen hidup dalam lingkungan yang kompleks, dimana perilaku keputusan mereka dipengaruhi oleh keempat faktor tersebut diatas.
Perbedaan dan pengaruh individu, terdiri dari motivasi dan keterlibatan, pengetahuan, sikap, kepribadian, gaya hidup, dan demografi. Perbedaan individu merupkan faktor internal (interpersonal) yang menggerakkan serta mempengaruhi perilaku. Kelima faktor tersebut akan memperluas pengaruh perilaku konsumen dalam proses keputusannya.
Proses psikologis, terdiri dari pengolahan informasi, pembelajaran, perubahan sikap dan perilaku. Ketiga faktor tersebut menambah minat utama dari penelitian konsumen sebagai faktor yang turut mempengaruhi perilaku konsumen dalam penambilan keputusan pembelian.
Langganan:
Komentar (Atom)
